PROFIL AMBULU(1)


IBU-IBU MUSPIDA AMBULU PLUS

IBU-IBU MUSPIDA AMBULU PLUS

Ambulu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Wilayah selatan kecamatan ini berbatasan dengan Samudra Hindia. Salah satu pantai yang terkenal adalah Pantai Watu Ulo. Kecamatan Ambulu mempunyai luas wilayah 104,56 Km2 dengan ketinggian rata-rata 18 m dari atas permukaan laut. Kecamatan Ambulu terdiri dari 7 desa yaitu : Sumber Rejo, Andong Sari, Sabrang, Tegalsari, Ambulu, Pontang, Karanganyar, dengan jumlah Dusun 27 buah, RW 193 RW dan RT 608 RT. Seluruh Desa berkualifikasi Desa Swakarya. Jumlah Penduduk : 98.407 Pendidikan: Terdiri dari 52 SD, 13 SMP, dan 11 SMA (sederajat)dan 3 PT. terdiri dari 15 Bank termasuk Bank MAndiri, BCA,BRI,Danamon,, 58 Koperasi, 1 KUD, 8 pasar, dan 9 PT/CV

Ambulu, merupakan kota kecil. Akan tetapi merupakan kota kecamatan teramai di kabupaten jember. Ambulu juga menjadi barometer musik. Artinya, di kota kecil ini pertunjukan musik sekelas nasional sering digelar. Ambulu juga merupakan kota kesenian. Di bandingkan dengan kecamatan lain di kabupaten Jember, Ambulu memiliki banyak bermacam-macam kesenian. Reog Ponorogo, jaranan, Jaran Kencak, Wayang kulit, topeng madura, sandur,janger, ludruk dan lain-lain.Hal ini bisa dimaklumi karena masyarakat Ambulu berasal dari berbagai sub kultur di Jawa Timur, mulai suku Osing-Banyuwangi, Madura, Ponorogo, dan Blitar. Karena itu di sana tersedia alat transportasi (bus umum) ke berbagai jurusan.

Di kota Ambulu ada gunung kecil (bukit) yang dinamakan “Gunung Watu Pecah”. Dinamakan watu pecah dalam Bahasa Jawa (Bahasa Indonesia: batu pecah) karena di salah satu puncaknya terdapat batu besar yang terbelah dua. Bukit ini banyak dikunjungi oleh masyarakat sekitarnya untuk kegiatan olahraga dan rekreasi. Selain hawanya sejuk, dapat pula memandang indahnya Kota Ambulu dan sekitarnya dengan terlebih dahulu memanjat gunung batu ini.

Ambulu juga memiliki tempat wisata yang indah, yaitu “Pantai Watu Ulo” (Bahasa Indonesia: batu ular). Berjarak sekitar 10 km dari kota Ambulu, atau 35 km dari pusat kota Jember. Pada hari minggu dan libur panjnag tempat ini luar biasa ramainya.Sayangnya di Ambulu belum terdapat tempat penginapan atau hotel. Konon sekitar tahun 1990-an, hotel satu-satunya di Pantai Watu Ulo ini sudah tidak beroperasi lagi.

9 Tanggapan

  1. Bukannya ada hotel baru di lereng Watu Pecah mas??

  2. ya di watu pecah dijadikan ajang mesum sekarang

    • lho ngawur……bukan cuman mulai saiki….
      …MULAI BIYEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEENNNN!!

  3. Bud kowe ora ngece loh yo?
    warungku ngendi kok ra kowe lebokke nang kene?
    Ora waton kowe bud !!!

  4. Weeee,. oleh soko ngendi kuwi poto emak’ku…. jian jioz kowe kang Bud….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: