AYAM TIREN+UPAL


TIREN & UPAL

Semakin hari kita merasakan lonjakan harga bahan-bahan sembako dipasar tradisional, baik di dalam maupun di luar kota Ambulu. Apalagi hari raya kurang beberapa hari lagi. Sehingga pasar tradisional tetep saja diserbu konsumen demi kebutuhan sehari-hari dan persiapan hari raya. Keadaan ini sering dijadikan kesempatan para penjual untuk menjajakan barang dagangannya yang kurang atau dibawah standart kwalitas jual. Kita ambil contoh saja di pasar Ambulu  masih ada yang menjual daging ayam tidak layak konsumsi. Ini bukan hal yang baru lagi, sebab kita sering lihat kasus serupa di berbagai media. Pemda Ambulu setempatpun kurang responsive karena kasusnya tidak begitu heboh atau besar. Sehingga sidak-pun tidak pernah digelar. Padahal selain kasus “ayam tiren” ada juga kasus bahan-bahan lainnya yang tidak layak konsusi juga perlu diberi peringatan ataupun di tindak tegas.

Untuk itu bagi semua konsumen berhati-hatilah dengan barang belian anda. Amatilah secara teliti apa yang anda beli  dipasar maupun ditoko-toko dan minimarket sekeliling anda. Amatilah kadaluarsanya bila berkemasan apakah masih layak dikonsumsi. Bagi yang belanja dipasar lebih telitilah dengan bentuk, harga, warna, bau dan berat barang yang anda beli. Kalau terdapat ketidak beresan langsung tanyakan apa sebabnya atau lebih aman bila terasa aneh dari bisanya mendingan tidak usah dibeli. Boleh jadi penjual menjual dengan harga yang rendah alias miring sehingga konsumen tertarik.

Karena di media-media juga  lagi marak peredaran uang palsu(upal) maka lebih berhati-hatilah dengan nilai mata uang yang lebih besar. Karena modus penyebarannya bermacam-macam maka disarankan untuk meneliti uang yang anda dapat dengan teknik 3D.

  • Dilihat: Lihatlah uang yang anda miliki, apakah warnanya pudar, kusam, pucat, luntur, patah-patah, atau masalah lainnya. Pastikan uang yang anda periksa tadi memiliki warna, corak dan gambar yang baik serta memiliki tanda-tanda uang asli seperti tanda air yang menggambarkan pahlawan-pahlawan nasional, bahan kertas serta benang tali pengaman yang berada di dalam uang tersebut. Uang-uang pecahan besar biasanya memiliki tanda keaslian lain seperti corak gambar dengan warna yang mencolok dan sulit ditiru penjahat. Pastikan uang itu benar-benar asli.
  • Diraba : Usaplah uang tersebut apakah uang itu terasa kasar atau lembut. Uang yang asli biasanya agak kaku dan tebal bahan kertasnya. Di samping itu pada angka atau gambar uang biasanya sengaja dicetak agak menonjol dan akan terasa jika diusap-usap. Rabalah uang anda apakah sudah asli atau belum.
  • Di terawang : Langkah yang terakhir adalah menerawangkannya ke sumber cahaya kuat seperti matahari dan lampu. Setelah diterawang lihatlah bagian tali pengaman dan tanda mata air apakah dalam kondisi baik atau tidak.

Ringkasnya kita harus lebih hati-hati dengan apa yang kita beli dipasaran baik barang maupun uang kembaliannya. Jangan terlalu berharap panda setempat demi keamanan kita. Waspada, waspada dan waspadalah!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: