LOTENG MASJID YANG “MUBAZIR”


MASJID AMBULU

Sudah sekian kalinya loteng masjid kita Jamik tidak terpakai dengan maksimal. Contoh paling terakhir kalinya sholat Idul Fitri kemarin tidak dibuka untuk umum. Jadi secara diam-diam banyak masyarakat yang bertanya-tanya kegunaan selanjutnya. Karena sebelumnya memang loteng/panggung masjid difungsikan buat jamaah bila lantai dasar tidak muat kapasitas jemaahnya. Tapi kejadian kemarin berbeda lagi, saat sholat Idul Fitri kemarin yang ternyata tidak dibuka lagi untuk umum. Entah kebijakan apa yang membuat takmir masjid masih saja menutup bila hari-hari besar tiba untuk sholat jama’ah. Mungkin bisa saja kita prediksikan alasan takmir masjid demikian:

  • Karena alasan takut bila lantai atas dibuka maka lantai bawah terlihat sepi. Ini sebenarnya bukan alasan atau kebijakan tepat untuk menutup lantai atas. Karena pihak takmir sebernanya bisa meminta bagi yang sholat diluar masjid terutama kaum pria-nya untuk masuk masjid. Kita juga bisa lihat banyak jamaah yang sholat di trotoar toko. Inikan tugas takmir sekaligus dak’wah kepada yang belum mengerti tentang syarat sholat berjama’ah. Dan juga seharusnya pihak takmir tidak boleh meremehkan besarnya massa muslim di Ambulu yang begitu banyak. Jadi kalau Cuma alasan demikin lalu kapan lagi masyarakat bisa menikmati megahnya masjid yang notabene dari uang mereka juga masjid ini dibangun. Kita tidak bisa memprediksi hari raya tahun depan  bakal 2 kali lipat jama’ah yang akan hadir dimasjid kita. Padahal semakin dekat kiamatkan masyarakat muslim semakin berkurang. Jadi bisa disimpulkan juga kalau 1hingga 50 tahun lagi muslim Ambulu tidak bisa mencapai target jumlah jemaah sesuai kebijakan takmir masjid maka selama itu pula loteng masjid Mubazir.
  • Karena ditakutkan pagar pembatas masjid lantai atas tidak aman. Alasan ini juga kurang masuk akal karena pihak takmirkan bisa saja membangun pagar yang lebih aman dan nyaman. Kalau alasan keuangan itu jelas kurang tepat. Sekali lagi jangan remehkan kekuatan muslim Ambulu disisi amalnya. Kita bisa buktikan dari awal pembangunan masjid ini hingga sekarang yang begitu besar. Belum lagi kekuatan amal massa muslim dari luar kawasan Ambulu, non muslim, para musafir dan lain-lain tak henti juga ikut beramal.
  • Karena alasan anak-anak ramai atau gaduh. Ini juga suatu alasan yang tidak berdasar sama sekali. Karena yang ada dasarnya adalah kita berangkat dari ajaran Nabi kita. Di riwatkan dari sahabat bahwa pernah saat Nabi kutbah di masjid kedua cucunya Hassan dan Husain berlarian diantara jemaah hingga terjatuh dan beliau turun dari mimbar lalu menghampiri mereka dengan penuh kasih sayang. Kita bisa lihat dari pelajaran disana bahwa jangan jadikan sifat alami anak-anak kita yang gaduh suatu halangan mendidik mereka untuk mengenal masjid. Kita bisa ajarkan dengan sabar tentang ketenangan menuju ku-khusyuk-an sholat dan adab didalam masjid. Selain itu kita seharusnya mencari sesuatu hal yang menarik agar anak-anak rajin ke masjid. Kalau salah satunya karena senang sholat berada dilantai atas itu merupakan kemajuan yang bagus. Lalu tugas kita sebagai orang yang lebih dewasa meluruskan niat mereka dengan baik. Pernah dengar kisah Sunan Kalijaga mengumpulkan jamaah untuk sholat Jum’at yang sebelumnya mangadakan pertunjukan wayang? Itu salah satu cara beliu dakwah bagaimana mengumpulkan jama’an muslim yang masih tipis bahkan hampir belum ada pengetahuannya tentang wajibnya sholat berjama’ah di masjid. Yang akhirnya para jamaahnyapun lama-lama meski tidak ada pertunjukan wayang mau berangkat berjama’ah di masjid. Sebenarnya masih banyak lagi penyangkal alasan diatas baik dari riwayat Nabi, sahabat dan ulama lainnya bahkan Al-Quran sendiri mengajarkan kita agar mendidik anak untuk sholat berjamaah.
  • Karena takut penuhnya lantai atas megakibatkan roboh dan menimpa jamaah lantai bawah. Kalau ini alasan paling lucu karena mungkin si arsitek bangunan masjid ini bukan lulusan pada jurusannya. Boleh jadi dulunya jebolan tukang sablon, tukang ojek atau malah lulusan jaga warnet. Kalau memang demikian kenapa dia dapat ijin bangun masjid?

Jadi apapun alasannya masyarakat ingin masjid ini dapat dimanfaatkan secara optimal demi kemaslahatan umat, dan ini sudah jadi tugas mulia bagi takmir masjid. Karena rencana pembangunan apapun menyangkut biaya dan operasionalnya muslim Ambulu sudah pasrah ke pihak takmir. Sehingga sudah sepantasnya amanah ini dikerjakan secara maksimal, merencakan pembangunan yang tepat guna dan tepat sasaran.

Kita tunggu sampai kapan pintu masjid kita terbuka lebar….

4 Tanggapan

  1. kalau memang tidak dipakai lagi mendingan lantai atas dibuat semacam perpustakaan Islami contohnya. yang jelas semua sudut masjid memang harus kita manfaatkan dengan maksimal. saya jadi ingat sebuah masjid kecil yang pengen memperluas lantainya tapi tidak bisa karena keterbatasan lahan tanah. jadi memang benar kalau masjid sebesar Jamik ini seharusnya lebih cenderung bagaimana meraih jamaah yang lebih besar lagi.

  2. walah yen aku ora tau nang loteng atas. mergane aku dhewe ora tau sholat nang masjid iku.
    lagian saben dinone aku yo males sholat hehehehehehehe….

  3. ben di gone gendrowo ae cak….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: