Waspadai Bakso Oplosan (Babi+Anjing+Kera)


WASPADA....WASPADALAH!!!!

Ambulu – Tampilannya sangat sempurna dan menggugah selera apalagi bagi yang hooby makan bakso. Aroma sedapnya bikin selera jadi kalap untuk menyantapnya. Tapi tahu persiskah anda bahwa bahan dasar daging yang dibuat bakso tersebut benar benar sapi seperti yang anda harapkan. Kalau pengennya makan bakso sapi lalu dapat bakso dengan bahan dasar daging sapi ya mujur. Tapi kalau ternyata bahan dasar dagingnya dari babi, tikus atau anjing dan sejenisnya yang nyleneh wah tetep saja mujur soale sudah terlanjur masuk perut. Malahan masih pesen dibungkus buat oleh-oleh orang dirumah, sampai dirumahpun masih ikutan nimbrung makan juga. Memang nyaris gak ada bedanya antara bakso biasa dengan bakso “siluman” kalau sudah tersaji di mangkok.

Sebenarnya sudah banyak  kasus tentang pedagang kaki lima yang nakal di Ambulu ini. Entah menyerobot tempat-tempat umum seperti trotoar yang disiapkan untuk pejalan kaki ataupun barang dagangannya yang dijual tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pembelinya. Fenomena seperti ini bukan hanya dikota-kota besar luar Ambulu karena kota kita inipun telah ada beberapa terjadi kasus-kasus seperti ini. Kita ambil contoh saja akhir-akhir ini seorang oknum penjual bakso di Ambulu yang mencampuri bahan dasar dagingnya dengan daging anjing, kera ataupun babi. Ini suatu yang tidak wajar mengingat sipenjual menjualnya ditengah masyarakat yang notabene mayoritasnya muslim. Kecuali sipenjual berada di lingkungan non muslim.

Memang tidak semua penjual bakso demikian tapi sebagai umat muslim tetap harus waspadai keberadaannya. Sebut saja penjual bakso nakal ini Pak Seno (nama samaran) dimana tiap harinya selalu ramai dikunjungi pembeli karena rasanya yang sedap dan tergolong murah. Bahkan pelanggannya sudah sampai keluar kota Ambulu, sangking larisnya bakso Pak Seno(nama samaran) ini hingga kehidupannya bertambah makmur karena kebohongan publiknya. Sebelumnya memang ada kasus serupa yang lebih heboh sampai ter-ekspos di media cetak maupun electronic. Tepatnya dirumah Suwondo warga desa Kesilir Wuluhan yang masih tetangga kota Ambulu kita. “Dari pemeriksaan sampel daging, kami menemukan daging babi hutan dilihat dari seratnya yang lebih kasar daripada daging sapi dan warna dagingnya pekat. Sebenarnya baunya juga khas, tetapi ini karena sudah tercampur dengan daging lain jadi baunya agak samar,” ujar Elok Kristanti, dokter hewan Dinas Peternakan dan Kelautan. Sedangkan koordinator Pengendali ekosistem Hutan (PEH) TNMB, Fitra Panderi menemukan bulu babi hutan masih menancap di daging, begitu juga dengan bulu kijang. “Jadi saya yakin kalau ada kijang dalam campuran daging ini, kijang itu dilindungi,” ujar Fitra. Namun, untuk memastikan jenis daging apa saja yang ada dalam frezer milik Suwondo, petugas akan memeriksa daging-daging tersebut di laboratorium kesehatan hewan. Daging oplosan milik Suwondo juga dibeli pemilik sejumlah tempat penggilingan daging di Jember dan penjual bakso. Pasalnya, daging campuran itu juga dibuat penthol bakso. Daging yang bagus dijual ke perusahaan dendeng di Malang. “Sejumlah penjual bakso di Jember beli dari dia,” ujar sumber di kepolisian.

Tapi entah karena apa untuk kasus Pas Seno (nama samaran) ini masih belum terlalu heboh dan terkesan menghilang begitu saja dan hanya sebagian masyarakat yang mengetahuinya. Seandainya kasus tesebut sampai di kepolisian dan ter-ekspos di berbagai media jelas redaksi tidak lagi menyebut Pak Seno ini dengan nama samaran lagi. Karena dengan menyebut nama jelas dan alamat jelas itu sebagai warning kepada masyarakat untuk lebih mewaspadai keberadaannnya. Sekaligus penyebutan nama asli tersebut sebagai salah satu bentuk hukuman bagi Pak Seno agar lebih merasa malu kepada masyarakat atas ulahnya dan itu belum bisa menghilangkan besar dosa-dosanya membohongi para pelanggannya. Karena salah satu penebusan dosanya harus minta ma’af  kesemua korbannya. Dan itu sepertinya itu sulit dilacak karena terlalu banyaknya pelanggan yang telah jadi korban. Yah cukuplah buat jaminan masuk neraka bagi penjual nakal seperti dia, Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber: Redaksi & Jurnal Besuki Jember

12 Tanggapan

  1. iku yang jual jngan-jangan ngepet jg yawh …..
    hahahahahaha………

  2. PAK RIRIN YO?, ORANG2 BANYAK YANG CURIGA SAM, BENER GAK?

  3. pancen asu bakule cok……
    http://atlantica.nexon.net/Support/Download

  4. nggone pinggir endi iku cak….ndang kek i kabar,soale bojo ku iku doyan mbadog bakso…

    • wah iki rahasia soale emang bukti ada tapi kabur……
      info dari oknum polisi juga ada tapi emang kesannya menghilang kasusnya…..
      tapi yen kyok kasus….kayak di silir….kita bisa angkat soale lebih gamblang…..
      sing jelas daerah ambulu bosss
      dan semua penjual bakso harus diwaspadai….

  5. dimana itu mas? ada gak di ambulu yang kayak gitu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: